Monday, January 21, 2008

Second Year and A New Heartbeat

Ini tahun kedua.

Still growing together. Hand in hand.

Now, with a bonus. A new heartbeat from Umma's tummy.
Tadi pagi gue sama Umma ke dokter. Dia di USG dan gue denger satu-satunya suara yang bisa membuat darah gue berdesir seketika. Suara jantung anak kami. Well masih janin memang. Tapi suara konstan deg-deg-deg dari sebuah mahluk kecil berukuran 2,5 cm di rahim Umma itu benar-benar luar biasa. Sebentar, cuma tiga denyutan. Tapi tiga denyut itu seperti membawa gue ke level lain. Level baru dalam hidup gue. The best sound ever.

Alhamdulillah.

nb: happy anniversary dear. why a bonus? because marrying you is the greatest gift in my life. ever.

Wednesday, January 16, 2008

Toilet Talk

Dulu gue pernah bikin rubrik ini di Trax. Dan belum lama ini ngalaminnya lagi.

Beberapa waktu lalu, setelah tahu Umma hamil, gue sama Umma ada meeting di PS. Terus gue ke toliet. Nggak berapa lama di urinal tahu-tahu dari balik pintu WC yang tertutup terdengar sebuah suara laki-laki dewasa agak gemas: "Ah, kamu sih nggak e'e ini namanya..."

Hahaha. Gue spontan ketawa. It's connect right away. Walau pun gue masih soon to be father, nggak tahu kenapa gue connect. Bisa merasakan kegemasan itu. Gile, nggak lama lagi gue mungkin akan mengalami itu.

Pas gue masih ketawa, dari dalam bilik WC itu terdengar suara anak laki-laki yang rasanya belum genap dua tahun. Kurang lebih dia bilang: "Itu ada...". Bapaknya menyahut: "Apanya?" "E'e..." "Belum ah. Kamu itu belum e'e dari tadi. Ayo dong..."

Gue ketawa makin geli.

nb: nanti ada jatah yang lain buat kamu kalo anak kita cewek... ;p

Tuesday, January 01, 2008

Resolusi Baru

Resolusi tahun baru ini, benar-benar baru buat gue.

Resolusi gue: jadi bapak yang baik mulai tahun 2008. Ralat sedikit, gue dan Umma akan bekerjasama jadi orang tua yang baik.

Ya. Umma sudah 6 minggu ini mengandung. Alhamdulillah tiada putus.

Wow. Jadi bapak. Benar-benar tahun yang benar-benar baru.

Happy New Year everybody!

nb: We are gonna be the coolest parent! :D

Friday, October 19, 2007

Halo, Apa Kabar?

Sekedar ngecek aja. Apa masih ada yang baca blog ini?

Maaf sudah terlalu lama tidak bercerita. Alasan terlalu klise: sibuk berat. Tepatnya sih masih terlalu tolol buat ngatur waktu.

nb: kamu lebih rajin nulis sekarang ya... :)

Friday, April 13, 2007

Me. 31.

Hari ini gue resmi masuk 'jalan' baru. Yang nantinya bakal nikung lagi di angka 39.

Fabulous years behind me. Tahun-tahun luar biasa ada di depan siap diisi. Ada SMS dari boss sekaligus teman yang luar biasa: ...have a productive age! Yeah. Produktivitas dan kualitas harus jadi target yang ekskalasi levelnya harus ikut naik.

Umma ngasih mixer telur kecil yang lucu. Biar produktifitas dan kualitas scramble egg gue membaik. Gue bakal bikin tiap pagi di hari dia jadi makin lebih berarti lagi.

For a couple that planning to grow together forever, gue memang nggak perlu lagi 'kejutan-kejutan' dahyat nan penuh gula-gula. Bahaya. Kebanyakan gula malah bisa diabetes. Yang perlu sekarang adalah cinta daun tumbuh. Perlahan tapi pasti. Natural tapi khas.

Terima kasih Umma. Buat segalanya.

nb: my love is simple but beyond. my love is here but grow. my love is you, dear.

Wednesday, March 21, 2007

Roles

In evertyhing, there is always a role.

Apalagi katanya dunia ini panggung sandiwara. Ah memang begitu kok. Pasti ada peran. Persoalannya kadang kita dipilihkan peran oleh 'kebiasan' yang ada. Semacam 'peradaban' yang sudah menentukan.

Buat gue yang ada hanyalah peran yang alamiah. Bawaan dari ciptaan. Simpelnya peran perempuan itu buat gue: menyusui dan melahirkan. Selesai. Itulah kodrat, buat gue. Di luar itu hanyalah peran bentukan. Kerennya, ada yang nature dan ada yang nurture.

Atau mungkin tulisan di atas cuma buat membenarkan apa yang terjadi sama gue dan Umma aja ya? :)

Begini. Kalau biasanya yang mengurus mobil itu 'suami', maka in my world, Umma yang ngurus itu. Karena dia yang lebih banyak memakai mobil buat kuliah. Sementara gue kebanyakan nongkrong di kantor. Walhasil dia lebih tau soal tetek bengek mobil dibanding gue. Termasuk tau-tau di empat pentil mobil sudah terpasang smart cap. Semacam alat yang bisa mendeteksi tekanan angin di ban. Sementara gue sempat berpikir itu semacam topi keren yang dia beliin buat gue.

Begitu juga pas renovasi mini rumah beberapa waktu lalu. Umma yang berurusan dengan material, beli cat, pintu dan lainnya. Karena dia berangkat kuliahnya sore, sementara gue, pagi udah keluar.

Lantas apa yang gue kerjakan? Masak scramble eggs atau roti hancur kornet-telur buat sarapan. Beli Lock and Lock [ask your woman, they will understand] biar dapur bisa lebih ringkes. Ngidam berat beli kocokan telur otomatis. Ditagihin bikin spagheti lagi. Memperhatikan stock keju cair, botol prego, permessan, dll. I enjoy cooking.

Biar begitu, tetap saja Umma selalu gelisah setiap melihat sepatu bagus, padahal sepatu udah numpuk di rumah. Gue tetap ribut nonton bola dan berhasil memaksa kabel di rumah ada Vision One-nya [full channel sepakbola].

Kenapa? Karena nature and nurture. Sepatu dan sepakbola itu nature dan memasak plus perhatian sama mobil itu nurture. Haha!

They are just role, anyway. And with her, I can be everything.


nb: kocokan itu pasti aku beli nanti!

Monday, March 05, 2007

Moving Out

Gue udah resmi pindah dari Puri Sakti ke Bintaro Regency, minggu kemaren.

Pindah mendadak karena yang punya kontrakan lama agak rese maksa gue kalo mau perpanjang nggak bisa cuma satu bulan. Padahal gue cuma minta waktu aja sampe pertengahan Maret ini, tapi nggak dikasih. But, the good side is, sekarang gue udah pindah ke rumah sendiri. And the experience is... amazing.

Pertama adalah ketika tensi darah dipecut suasana pindahan. Dan diredakan di menit-menit akhir ketika gue dengan cerdasnya mengetahui bahwa di yellow pages-lah terletak alamat pasti perusahaan remover.

Dari hari senin nyari di google dan gagal, gue menelepon satu-persatu perusahaan itu di hari jumat sore. Gue pindahanannya? Sabtu pagi udah harus cabut. Akhirnya gue berhasil merayu sebuah perusahaan remover di Tebet memakai harga borongan, bukan dihitung perkubik barang seperti biasa. Namanya Citra Move. Cukup memuaskankan dan sangat akomodatif. Direkomendasikan.

Sampai sabtu sore, acara pengangkutan selesai ditemanyi mertua gue. Atur-atur sedikit, gue memutuskan buat pergi karena pingin liat workshopnya Hanung di MP Bookpoint. Umma juga bakal jemput di sana habis kuliah. Unpacking? Itu adalah fase hidup tersendiri. Jadi musti pelan-pelan dan sabar melakukannya...

Malamnya kami udah tidur di rumah itu dengan aroma cat menemani. Karena Umma pingin lis-lis kayu plus pintu-pintu rumah di cat dengan warna baru. Kami juga tidur di kasur baru yang sedikit lebih beradab daripada sofa bed yang selama ini 'menyiksa' dan 'disiksa' oleh kami.

Paginya, giliran keluarga gue dateng. Melakukan pengaturan tata letak sedikit. Karena waktu habis buat membongkar pintu kamar mandi yang tidak sengaja terkunci dari dalam. Berbagai rumus dilakukan. Congkel sana-sini. Teori digelar, sampai akhirnya sebuah tendangan kungfu terbukti jadi cara paling efektif. Pintu kamar mandi bakal jadi PR berikutnya buat dibereskan.

Gue dan Umma pun sibuk belanja ini-itu. Menyenangkan sekali. Berdua mengatur dan memilih sesuatu yang memang punya sendiri. Bukan kontrakan. Dari mulai paku beton, cat sampai selang shower. Kami berdua berusaha mencari yang terbaik dan terfektif. Memilah-milah dengan sok detil dan lantas tertawa ketika menemukan fakta cantelan favorit yang tidak perlu dipaku favorit kami ternyata hanya menempel di tembok keramik saja.

Namun rasa kalau sudah benar-benar pindah ke rumah sendiri baru terasa ketika di pagi hari kedua ibu kami menelepon ke telepon rumah [bukan HP] berturut-turut. Yang satu mengecek apakah sudah bangun atau belum. Yang satunya lagi bilang bakal datang membantu unpacking, karena yakin kalau tidak dibantu dua bulan lagi barang-barang itu masih bakal tinggal dalam kardus.

Dan rasanya jadi suami di rumah sendiri? Ketika momen yang gue tunggu seumur hidup ini kejadian. Saat gue mencium pipi Umma mau berangkat kerja dan bilang: "Hati-hati ya di rumah..."

Hmm, it's great to have a home. It is a home, not a house. Because home is not a place, it's in your heart. And at this house, my heart's blooming.


nb: unpacking is a journey Ma... not a destination... :D